Utbah bin Ghazwan mengatakan, “Sesungguhnya,
dunia telah mengumumkan kepergian dan keterputusannya. Dia berbalik
dengan cepat. Tidak ada yang tersisa selain seukuran air yang tertinggal
di dasar gelas yang akan diminum oleh pemiliknya. Sesungguhnya kalian
akan berpindah ke satu negeri yang abadi. Berpindahlah dengan membawa
barang terbaik yang kalian miliki sekarang. Sungguh telah disebutkan
kepada kami bahwa sebuah batu dilempar dari bibir Jahannam lalu melayang
jatuh selama tujuh puluh tahun tanpa menyentuh dasarnya.”
(Min Washaya as-Salaf hlm. 37—38)
(Min Washaya as-Salaf hlm. 37—38)
Ali bin Abi Thalibberwasiat kepada Kumail bin Ziyad, “Manusia
ada tiga golongan: (1) alim rabbani; (2) orang yang belajar di atas
jalan keselamatan; dan (3) orang rendahan yang tidak tahu aturan, selalu
mengikuti setiap penyeru, condong kemana pun angin bertiup, tidak bisa
mengambil penerang dari cahaya ilmu, tidak pula berlindung kepada tiang
yang kuat.
Ilmu lebih baik daripada harta karena ia akan menjagamu. Adapun harta, engkau yang menjaganya. Ilmu akan bertambah dengan diamalkan, sedangkan harta akan berkurang ketika dibelanjakan.
Mencintai orang yang berilmu adalah bagian agama.
Ilmu membuat pemiliknya berada dalam ketaatan sepanjang hayatnya, pembicaraan yang baik setelah dia meninggal. Adapun harta, pengaruhnya akan hilang seiring dengan lenyapnya harta itu.
Para penjaga harta seakan-akan mati dalam hidupnya. Adapun orang berilmu akan tetap abadi sepanjang masa ….
(Min Washaya as-Salaf, hlm. 12—14)
Ilmu lebih baik daripada harta karena ia akan menjagamu. Adapun harta, engkau yang menjaganya. Ilmu akan bertambah dengan diamalkan, sedangkan harta akan berkurang ketika dibelanjakan.
Mencintai orang yang berilmu adalah bagian agama.
Ilmu membuat pemiliknya berada dalam ketaatan sepanjang hayatnya, pembicaraan yang baik setelah dia meninggal. Adapun harta, pengaruhnya akan hilang seiring dengan lenyapnya harta itu.
Para penjaga harta seakan-akan mati dalam hidupnya. Adapun orang berilmu akan tetap abadi sepanjang masa ….
(Min Washaya as-Salaf, hlm. 12—14)














